Selasa, 27 Agustus 2019

Teruntuk Diriku

Teruntuk diriku,

Terimakasih sudah berkorban, bersabar dan bertahan dalam sepanjang hidupku ini.

Berkorban saat tak seharusnya memberikan hati sebagai korban,

Bersabar saat seharusnya meluapkan murka yang tak berkesudahan,

Bertahan saat semuanya sudah tak ada yang bisa dipertahankan.

Maaf, jika raga ini memiliki sebuah rasa egois, egois yang selalu lebih menyayangi diri lain, tanpa memikirkan diri sendiri.

Maaf, jika raga ini tak melulu menjaga diri sehingga sering terluka.

Maaf, jika keputusan-keputusanku tak pernah tepat sehingga diri ini selalu kecewa.

Aku tak pernah bisa menjadi "aku" yang seutuhnya, karna aku selalu "menyalahkan"mu saat semuanya tak salah.

Maaf..

Maaf juga namamu tak sebaik apa yang ada dalam asa hati,

Sering kali ingin menjadi yang terbaik, tapi..

Antonimnya, diri ini malah selalu buruk.

Terkadang, dirimu tak ada dalam posisi yang salah, namun sebaik apapun diri ini akan salah,

Layaknya langit dan awan, salahku seperti sudah melekat dan menyatu.

Teruntuk diriku,

Mungkin kata maafku untuk diriku sendiri takkan pernah cukup, diri sendiripun tidak bisa memaafkan diriku, akupun tak pernah bisa menyayangi diriku sendiri.

Sampai kapan diri ini memaafkan semuanya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar