Dia seorang wanita yang pernah kesakitan dan bertaruh nyawa demi seseorang yang ia cintai..
Dia tak pernah memperdulikan dirinya..
Dia lebih mementingkan anaknya daripada kehidupannya sendiri..
Dia rela menanggung beban,mencari sesuap nasi dan rela bercucuran keringat,hanya untuk seorang anak yang sering menyakitinya,membebaninya,memarahinya,mengecewakannya.
Ia tak pernah mengeluh akan rasa lelahnya,dia berpura-pura tersenyum didepan orang-orang yang ia cintai.
Sampai-sampai dia merelakan suatu barang berharganya dijual untuk sesuap nasi yang diberikan kepada anaknya. Ia tak takut mati karna kelaparan,yang ia takuti adalah jika ia melihat anaknya kelaparan.
Ya... Seorang ibu.. Bisakah kita balas jasanya?Apa yang pernah kita berikan kepada Ibu? Mungkin kita sering kecewa akan apa yang telah ia berikan tanpa melihat perjuangannya.
Terkadang kita malu mempunyai seorang Ibu yang tak seperti oranglain..
Kita membentak karna kita berpikir dia cerewet,wajarlah.. Karna ia sayang.. Tidak mau anaknya berada dijalan yang salah.
Seorang Ibu menginginkan seorang anaknya menjadi yang terbaik. Apabila seorang ibu melihat anaknya tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan,ia merasa "Gagal" dalam mendidik anaknya.. Kecewa pada dirinya sendiri,dan merasa salah..
Ketika anaknya telah dewasa dan memiliki pasangan hidup.. Ia lega,karna tugasnya selesai untuk mengurus kita,ia hanya bisa menikmati masa tuanya sendirian..
Tapi seharusnya kitalah yang mengurus Ibu kita ketika ia sudah tua,kita harus merawatnya,berusaha membuat Ia tersenyum..
Tapi seharusnya kitalah yang mengurus Ibu kita ketika ia sudah tua,kita harus merawatnya,berusaha membuat Ia tersenyum..
Jangan sampai ketika kita menyia-nyiakannya,kita harus kehilangannya dan akan tiba saatnya kita menangis,ingin memeluknya dan merindukan ocehannya..