Saat harap merupakan sebuah kata verba, ia memiliki makna meminta dan memohon,
Namun..
Apabila kata ini menjadi sebuah adjektiva...
Menjadi "harap-harap" yang memiliki makna gelisah dan cemas..
Ya.. kata yang bertentangan dengan kata dasarnya.
Tapi,
Apakah mengharapkan sesuatu akan berujung sebuah kecemasan?
atau menghasilkan kegelisahan?
Apakah sebuah harapan patut untuk di pertahankan?
atau malah harus di lupakan?
Ketika harapku diiringi sebuah doa,
dan hatiku bertanya,
Akankah sia-sia?
Atau.. berakhir tawa?
Tidak salah untuk berharap,
Namun, jika akhirnya kecewa,
Siapkah hati ini untuk menerima?
Menerima sesuatu yang membekas di jiwa,
Sesuatu yang di nantikan menjadi percuma.
Entahlah,
Tapi.. Semoga hati ini tidak terluka,
Namun.. Akan mendapat sebuah dinamika..
Dinamika, yang penuh warna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar